Langsung ke konten utama

Tips Memilih Warna Pakaian bagi Kamu yang Introvert atau Ekstrovert

Memilih warna pakaian tidak kalah penting dalam membangun mood yang bagus. Warna yang sesuai dengan kepribadianmu bisa membantu meningkatkan rasa percaya dirimu.

"Menentukan warna supaya sesuai dengan gaya dan kepribadian bisa membuat percaya diri," kata konsultan warna Oya Miranti, saat acara BincangShopee 9.9 Super Shopping Day: Berani Gaya dengan Warnamu!.

https://s.id/1gVSZ


Warna pakaian memegang peranan yang penting dalam menunjang aktivitas sehari-hari, apakah itu bekerja atau bersosialisasi. Oya menyebut warna bisa mewakili citra yang ditampilkan seseorang.

Sebelum menentukan warna yang cocok, Oya menekankan betapa penting mengenal diri sendiri dan citra diri yang ingin ditampilkan. Misalnya, ingin dikenal sebagai orang yang tegas dan berani. Setelah mengenal kepribadian, pemilihan warna pakaian juga didasari pada ke mana seseorang akan pergi, acara apa yang dihadiri dan siapa yang ingin ditemui.

"Melihat kebutuhan-kebutuhan itu, kita baru bisa memilih warna," kata Oya.

Setelah pertanyaan-pertanyaan tersebut terjawab, penting juga untuk mengetahui warna kulit undertone, bisa dilihat dari nadi. Jika nadi berwarna hijau, maka undertone kulitnya adalah hangat (warm undertone).

Sementara jika nadi berwarna ungu atau kebiruan, maka undertone kulit tergolong dingin (cool undertone). Menentukan warna kulit undertone akan membantu dalam memilih warna sehingga ketika dipakai, bisa membuat pemakainya terlihat segar bahkan awet muda.

Oya menyarankan pemilik kepribadian ekstrovert memilih warna-warna yang terang, supaya bisa menonjolkan karakter mereka yang berani dan mudah beradaptasi dengan denga lingkungan sekitar.

https://s.id/1gVSQ

"Ekstrovert bisa menggunakan warna yang terang, seperti warna neon. Bisa dimaksimalkan dengan warna-warna seperti itu," kata Oya.

Sementara bagi yang introvert, kesan lembut, tertutup, dan sederhana bisa ditunjukkan dengan warna-warna lembut seperti krem, beige atau oranye gelap. Jika menggunakan warna peach, bisa dipilih peach dengan intensitas sedang sampai gelap. Ketika menggunakan warna kesukaan dan sesuai dengan kepribadian dan warna kulit, rasa percaya diri seseorang bisa meningkat.

"Sebaliknya, jika menggunakan warna yang tidak sesuai, kepercayaan diri bisa menurun. Salah satu tandanya yaitu muncul perasaan menjadi sorotan orang-orang karena pakaian atau warna yang digunakan tidak pantas," pungkas Oya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mudah Menghapus Akun Google

Google mail atau biasa disebut Gmail merupakan satu di antara penyedia jasa pembuatan email secara gratis. Kini, akun Gmail sudah dimiliki oleh banyak orang. Bahkan, saat ini setiap pengguna ponsel android diharuskan memiliki akun Gmail untuk mengintergrasikan fitur atau aplikasi pada ponsel tersebut. Mudahnya cara membuat akun Google yang terkadang membuat seseorang memiliki lebih dari satu akun yang di perangkat android atau PC miliknya. Kendati demikian, banyak pula pengguna yang belum bisa menghapus akun Google mail. Alasan orang menghapus akun Gmail ada beragam, satu di antaranya karena kebanyakan email yang terpasang. Banyaknya email yang terpasang di perangkat android atau PC tentu akan membuat kerja perangkat menjadi berat. Agar kerja perangkat tak terlalu berat dan ribet memiliki banyak email, ada beberapa orang memilih untuk menghapus akun Google miliknya. Beberapa Hal yang Terjadi Jika Akun Google Dihapus Sebelum membahas cara menghapus akun Google, perlu diketahui beberapa

Cara Memakai Softlens untuk Pemula

Jika dihitung dalam hitungan tahun, maka kira-kira sudah lebih dari 8 tahun saya menggunakan softlens dalam kehidupan sehari-hari. Saya masih ingat bagaimana sulitnya memakai softlens pertama kali. Untuk itu kali ini saya akan sharing tentang bagaimana cara memakai softlens bagi pemula. Disimak ya! SOFTLENS MEMUDAHKAN SI PENGGUNA KACAMATA Saya pertama kali menggunakan kacamata ketika kelas 2 SMP. Sejak saat itu dunia serasa berubah dan sempit, karena mau kemana-mana harus pakai kacamata yang jarak pandangnya dibatasi oleh frame kacamata. Susahnya lagi kalau mau olahraga. Kalau kacamata dilepas gak bisa lihat dengan jelas, tapi kalau pakai kacamata juga bahaya. Terakhir bahkan kacamata saya penyok saat main basket dengan teman. Duh jangan tanya ribetnya gimana kalau mau berenang juga. Bluuur semua shayyy. Tapi semua berakhir saat dikenalkan softlens oleh mama pada saat tingkat pertama kuliah. Mama yang juga pengguna kacamata sudah lebih dulu mahir memakai softlens. Akhirnya saya dibelik